Rusia Berhasil Rebut Wilayah Severodonetsk dari Pasukan Ukraina

Rusia Berhasil Rebut Wilayah Severodonetsk dari Pasukan Ukraina

Rusia Berhasil Rebut Wilayah Severodonetsk dari Pasukan Ukraina
Aksi meriam Ukraina membalas serangan Rusia. ©2022 REUTERS/Stanislav Yurchenko

Merdeka.com – Pasukan Rusia berhasil merebut Severodonetsk dari pasukan Ukraina dan menduduki wilayah itu sepenuhnya. Hal ini dibenarkan Wali Kota Severodonetsk yang berada di Ukraina timur itu.

Pada Sabtu, rudal-rudal Rusia juga dijatuhkan di wilayah barat, utara, dan selatan Ukraina, ketika konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II itu memasuki bulan kelima.

taboola mid article

Jatuhnya Severodonetsk yang berpenduduk lebih dari 100.000 jiwa itu dinilai sebagai kemenangan terbesar Moskow sejak merebut Mariupol bulan lalu.

“Kota itu sekarang di bawah pendudukan penuh Rusia,” jelas Wali Kota Severodonetsk, Oleksandr Stryuk di televisi nasional, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (26/6).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan upaya Ukraina untuk merebut pabrik kimia di kota itu untuk dijadikan pusat perlawanan berhasil digagalkan.

“Hasil dari kesuksesan operasi penyerangan, unit milisi rakyat LPR (Republik Rakyat Luhans), dengan dukungan tentara Rusia, sepenuhnya telah membebaskan kota Severodonetsk dan Borivske,” jelas Konashenkov.

Kepala Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov menyebut jatuhnya Severodonetsk berarti pasukan Ukraina harus berkumpul kembali dari Severodonetsk menuju tempat yang lebih tinggi di Lysychansk yang jaraknya berdekatan.

“Rusia menggunakan taktik yang digunakan di Mariupol: menghapus kota tersebut dari muka bumi,” jelasnya.

“Mengingat kondisi tersebut, tetap melawan di tempat yang hancur dan terbuka tidak lagi memungkinkan. Jadi pasukan Ukraina berpindah ke dataran yang lebih tinggi untuk melanjutkan operasi perlawanan.”

Ukraina juga berharap pasukan Rusia semakin lemah untuk melakukan serangan balasan dalam beberapa pekan ke depan, itu menjadi harga yang harus dibayar setelah merebut Severodonetsk.

Mundurnya pasukan Ukraina dari Severodonestk dinilai semakin mempermudah Moskow untuk menguasai Luhansk sepenuhnya. Penarikan pasukan Ukraina ini berarti Ukraina saat ini hanya menguasai satu kota di Luhansk.

HOT 🔥  Rumah zakat Gandeng Puskesmas Ratu Jaya Gelar Program Ramah Lansia

“Ini dianggap secara classic sebagai kekalahan terbesar pasukan Ukraina sejak Mariupol bulan lalu,” jelas wartawan Al Jazeera, Charles Stratford yang melaporkan dari ibu kota Ukraina, Kiev.

Pejabat Ukraina mengatakan mereka menarik pasukan dari Severodonetsk untuk menghindari kepungan pasukan Rusia, yang telah menyeberangi sungai dalam beberapa hari terakhir dan menuju ke Lysychansk di seberang sungai. Gubernur Luhansk, Serhiy Haiday mengatakan pasukan Rusia berusaha memasuki dan memblokade Lysychansk.

Moskow mengatakan Luhansk dan Donetsk merupakan negara merdeka dan meminta Ukraina menyerahkan seluruh wilayah dua provinsi itu kepada kelompok separatis. [pan]

Baca juga:
Nike Umumkan akan Angkat Kaki dari Rusia
Jokowi akan Jadi Pemimpin Asia Pertama Kunjungi Kiev, Moskow di Tengah Perang Ukraina
Ukraina Larang Buku dan Musik dari Rusia
Ini Alasan Putin Sebut Tak Masalah Ukraina Gabung Uni Eropa
AS Kirim Bantuan Senjata Senilai Rp 14 Triliun ke Ukraina, Termasuk Rudal Jarak Jauh
Porak-poranda Depo Trem Ukraina Akibat Gempuran Rusia
Presiden Ukraina Sebut Pertempuran di Donbas Bakal Jadi yang Paling Brutal di Eropa

Liputan Asli

Baca juga

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

KOMPAS.com – AM, seorang santri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dibakar oleh seniornya, MI, karena …