Puan: Wanita Indonesia Jadi Pemimpin Tidak Mustahil

Puan: Wanita Indonesia Jadi Pemimpin Tidak Mustahil

Liputan60Detik.com, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mengatakan bahwa perempuan Indonesia harus percaya diri dengan kemampuannya untuk menjadi pemimpin.

Hal tersebut dilontarkannya di hadapan ratusan santriwan dan santriwati saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasina, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/9/2022).

“Perempuan harus percaya diri dengan kemampuannya. Di Indonesia contohnya, sudah ada presiden wanita pertama, wakil presiden wanita, Ketua DPR wanita, menteri juga sudah banyak yang wanita, apalagi kepala daerah. Artinya wanita Indonesia jadi pemimpin itu tidak mustahil,” kata Puan seperti dilansir Antara.

Agar peran perempuan bisa setara dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan, Puan meminta para santriwati terus meningkatkan kemampuan maupun kepercayaan dirinya.

Puan juga meminta para santriwati agar jangan malu untuk mengemukakan ide-ide kreativitas dan tidak patah semangat jika mengalami kegagalan.

“Agar itu bisa tercapai, tentu harus belajar dua kali lebih giat, bahkan harus dua kali dari laki-laki. Kegagalan jangan membuat putus asa, jangan merasa enggak bisa. Akan tetapi, jangan lupa juga kodrat sebagai wanita untuk mengurus keluarga,” katanya.

Puan Maharani kunjungi kader PDIP Lampung Selatan, Kamis (25/8/2022). Ia berikan semangat dan dukungan kepada kader perempuan PDIP di sana.

Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Liputan Asli

HOT 🔥  Viral Kakek Nikahi Gadis 19 Tahun di Cirebon, Terpaut Usia 42 Tahun

Baca juga

KPI Pusat Akan Larang Rizky Billar Tampil Di Semua Televisi, Imbas Kasus Perselingkuhan dan KDRT

KPI Pusat Akan Larang Rizky Billar Tampil Di Semua Televisi, Imbas Kasus Perselingkuhan dan KDRT

Liputan60Detik.com, Jakarta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta pihak televisi untuk tidak mengundang para pelaku …