Kisah Pilu Tati, Pekerja Migran yang Akhirnya Bisa Pulang ke Kota Banjar

Kisah Pilu Tati, Pekerja Migran yang Akhirnya Bisa Pulang ke Kota Banjar

Berita Banjar (Liputan60Detik.com),- Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan / Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Tati Rohayati (59) akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya.

Tati mengaku senang karena setelah 14 tahun berada di Malaysia, bisa kembali ke keluarganya tercinta.

Ia pun menceritakan selama 14 tahun berada di negeri orang. Dari pindah majikan, mendapat bayaran 60 ringgit hingga bekerja serabutan.

Tati mengatakan, saat kedatangannya di Malaysia 14 tahun yang lalu, ia langsung bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ia berangkat melalui agen penyalur.

Awalnya, pekerja migran asal Kota Banjar ini mengaku mendapat gaji sebesar 60 ringgit. Namun, lama kelamaan tak sampai 3 bulan bekerja, gajinya dari pihak agen yang membawanya tidak begitu jelas. 

Baca Juga : Belasan Tahun Bekerja di Malaysia, Pekerja Migran Asal Kota Banjar Tak Bisa Pulang

Bahkan, Tati pernah meminta agar gajinya dikirim ke anaknya. Tetapi tidak pihak agen tidak mengirim ke anaknya. Hanya satu kali saja yang dikirimkan, yaitu sebesar 1000 ringgit.

“Pernah saya minta kirim ke rekening anak saya, tapi nggak dikirim. Saya juga nggak dapat. Saya minta kirim lagi akhirnya pernah satu kali sebanyak 1000 ringgit,” kata Tati kepada wartawan, Kamis (2/5/2022).

Tati Pekerja Migran Asal Kota Banjar Sempat Bekerja Serabutan

Setelah adanya permasalahan tersebut, atas saran dari teman yang ia kenal akhirnya keluar dari tempat kerjanya itu. Dan kemudian Tati mencari pekerjaan di tempat yang lain sebagai pekerja serabutan.

Saat bekerja serabutan tersebut, ia tidak memiliki majikan tetap. Karena menurutnya, sistem kerjanya hanya menunggu panggilan orang yang membutuhkan jasanya sebagai pembantu rumah tangga.

Baca Juga : DPRD Desak Pemkot Banjar Ambil Langkah Cepat Tangani Kasus Pekerja Migran

Sementara terkait dengan bayaran selama menjadi pekerja serabutan, ia langsung mendapat upah setelah bekerja.

HOT 🔥  Gebyar Vaksin Bareng Artis Ibu Kota di Wahana Alam Parung Tasikmalaya

Adapun upah yang Tati terima hanya sebesar 10-20 ringgit dalam sekali kerja, dengan lama waktu kerja sekitar 1-2 jam.

“Belum sampai 3 bulan ada kawan. Dari situ saya diajak keluar, suruh kerja sendiri. Kerjanya bersih-bersih rumah, satu jamnya 10 ringgit,” tuturnya.

Baca Juga : Soal Pekerja Migran Asal Kota Banjar Tak Bisa Pulang, Walikota; Pemkot Tak Punya Anggaran

Lebih lanjut Tati menambahkan, menjalani pekerjaan sebagai pekerja serabutan tersebut berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya, salah seorang anaknya meminta agar ia pulang atau tidak menjadi Pekerja Migran Indonesia.

Ia pun mengaku bahagia bisa pulang ke kampung halamannya. Sebab, bisa berkumpul kembali bersama dengan anak-anaknya.

“Saya sedih kalau ingat di sana. Apalagi kalau sakit, nggak ada yang ngerawat, kawan semua bekerja. Alhamdulillah, sekarang sudah lega,” ujarnya.

Upaya Disnaker Kota Banjar

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar, Sunarto, melalui Pengantar Kerja Ahli Muda Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Endi Apandi mengatakan, Tati berangkat dari Malaysia pada Rabu siang. Kemudian tiba di Kota Banjar pada Kamis sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebetulnya, kata Apandi, kepulangan Pekerja Migran Indonesia tersebut di luar program anggaran yang ada.

Akan tetapi, sebagai tanggung jawab pemerintah atas warganya, maka pihaknya tetap mengupayakan hingga akhirnya yang bersangkutan bisa pulang.

“Bagaimanapun, kami tetap melaksanakan tanggung jawab pemerintah untuk penanganan itu. Baik PMI yang prosedural maupun non prosedural,” katanya, Kamis (2/5/2022).

“Tentunya kepulangan pekerja migran tersebut juga tidak lepas dari koordinasi BP2MI, Kedutaan Besar RI di Malaysia. Kemudian juga bantuan dari sejumlah aktivis kemanusiaan di luar negeri,” imbuhnya.

Baca Juga : Aksi Solidaritas PMII Kota Banjar, Penggalangan Dana Untuk PMI

Sementara itu, perwakilan aktivitas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, terpantau mengunjungi pekerja migran asal Kelurahan Purwaharja tersebut.

HOT 🔥  Menjelang Hadapi Liga 1 Musim Depan, Madura United Bergerak dalam Senyap untuk Menyempurnakan Skuad

PMII Kota Banjar juga memberikan bantuan hasil penggalangan donasi yang dilakukan belum lama ini. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Liputan Asli

Baca juga

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

KOMPAS.com – AM, seorang santri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dibakar oleh seniornya, MI, karena …