Eks Kepala SMPN 17 Tangsel Jadi Tersangka Korupsi Dana Program Indonesia Pintar

Eks Kepala SMPN 17 Tangsel Jadi Tersangka Korupsi Dana Program Indonesia Pintar

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN —  Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan mantan Kepala SMPN 17 Kota Tangsel, Marhaen Nusantara sebagai tersangka korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020, Senin (11/7/20220).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangsel Aliansyah, mengatakan dengan penetapan tersangka itu pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap Marhaen selama 20 hari ke depan.

Penahanan dilakukan di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang sebagai tahanan titipan Kejari Tangsel.

“Perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp699 juta. Karenanya hari ini 11 Juli 2022, telah dilakukan penetapan tersangka terhadap Marhaen Nusantara,” ujar Aliansyah.

Aliansyah menjelaskan tersangka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar junto lampiran Peraturan Sekjen Kemendikbud Nomor 8 Tahun 2020, tentang petunjuk Program Indonesia Pintar (PIP).

Menurut Aliansyah SMPN 17 Kota Tangsel pada 2020 menerima dana PIP dengan beberapa kali pencairan.

Baca juga: Namanya Dicatut untuk Aksi Penipuan, Pejabat Kejari Tangsel Langsung Menelusuri Identitas Pelaku

Lalu, pada proses pencairan kelima atau pada 13 Juli 2020, jumlah pengajuan diajukan oleh pemangku kepentingan berjumlah 1.109 siswa atau dengan nominal Rp724.875.000.

“Bahwa penerima PIP di SMPN 17 pada 2020 sebanyak 1.218 siswa, lalu 1.109 dari 1.218 siswa ini adalah diajukan oleh pemangku kepentingan,” jelas Aliansyah.

Kemudian dari anggaran tersebut, Marhaen terbukti melakukan tarik dana secara kolektif dari Bank BRI Indah Mas Balaraja, untuk 1.077 siswa dengan jumlah yang ditarik Rp699 juta.

Namun penarikan dilakukan tidak sekaligus, tetapi sebanyak 11 kali. 

Baca juga: Kejari Tangsel Musnahkan Rp 5,8 Miliar Lebih Barang Bukti Perkara Tindak Pidana, Terbanyak Narkotika

Liputan Asli

HOT 🔥  Dunia Olahraga Jauhi Rusia: BWF-FIFA Jatuhi Sanksi hingga Timnas Rusia Batal Tampil di Playoff Piala Dunia

Baca juga

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

KOMPAS.com – AM, seorang santri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dibakar oleh seniornya, MI, karena …