Demi Jaga Perasaan Semua Pihak, Motif Pembunuhan Brigadir J Ditutupi

Demi Jaga Perasaan Semua Pihak, Motif Pembunuhan Brigadir J Ditutupi

Liputan60Detik.com, Jakarta – Satu bulan penuh kepolisian menjawab tanda tanya besar di balik kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kematian yang semula disebut akibat baku tembak antar pengawal Irjen Ferdy Sambo terbukti nihil dan justru sebaliknya, Yosua dibantai dengan dugaan dalangnya adalah Irjen Sambo. Meski demikian, terdapat rangkaian peristiwa yang hilang, yaitu motif di balik pembunuhan berencana tersebut. 

Polisi enggan membuka ke publik apa motif yang memicu peristiwa utama yang berujung penghilangan nyawa Brigadir J secara sengaja. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa motif yang kini menjadi misteri itu biar hanya menjadi konsumsi publik.

“Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan,” ujar Dedi di Mabes Polri, Kamis (11/8/2022).

Polri telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bripka RR alias Ricky Rizal, Bharada E alias Richard Eliezer serta KM alias Kuwat Maruf.

Skenario Gagal Sambo

Setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan temuan baru terkait kematian Brigadir J, narasi tentang tewasnya Brigadir J yang disebut-sebut karena adu tembak berubah 180 derajat. Jenderal Listyo tegas menyatakan bahwa tidak ada baku tembak seperti yang disampaikan awal pihaknya.

Justru yang ada adalah penembakan. Brigadir J dibunuh oleh Bharada E, rekan sesama pengawal Sambo, atas perintah Ferdy Sambo. Dari sinilah satu per satu skenario yang dibangun Sambo runtuh.

“Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan,” kata Sigit, Selasa 9 Agustus 2022.

Runtuhnya skenario itu, makin kuat ketika penyidik menjerat jenderal bintang dua itu dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

HOT 🔥  Kak Seto Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob Depok, Bahas soal Anak

“Timsus telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” kata Sigit.

Guna memperkuat bangunan awal cerita adu tembak, menurut Kabareskrim Agus Andrianto, Sambo menembakan peluru dari pistol yang dipegang Brigadir J ke dinding rumah dinas di Komplek Perumahan Polri Duren Tiga, Jumat 8 Juli 2022.

Sedangkan peran tersangka lainnya, yaitu Bripka R dan KM ketika eksekusi Brigadir J berlangsung disebut turut membantu dan menyaksikan sebagaimana pasal yang sama dipersangkakan kepada mereka.

Liputan Asli

Baca juga

Demokrat: Pasangan Anies-AHY Tanpa Tanding untuk 2024, Kata Survei

Demokrat: Pasangan Anies-AHY Tanpa Tanding untuk 2024, Kata Survei

Liputan60Detik.com, Jakarta Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra merasa percaya diri, dengan kuatnya nilai …